Thursday, 9 June 2011

RINGKASAN BUKU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DR. E. G. HOMRIGHAUSEN DAN DR. I.H. ENKLAAR


 BAB  I 
PENDIDIKAN AGAMA DALAM ALKITAB
            Pendidikan agama mulai ketika agama sendiri mulai muncul dalam hidup manusia. Tiap-tiap agama di dunia ini mempunyai sistem pendidikannya sendiri-sendiri. Untuk menemukan akar-akar dari PAK itu, haruslah kita menggali dalam Alkitab, tempat Tuhan menyatakan rahasia keselamatanNya kepada bangsa Israel. Alkitab itu satu-satunya sumber pengetahuan kita mengenai rancangan keselamatan itu, dan Alkitablah yang melukiskan dengan terang bgaimanakah wujud dan maksud pendidikan agama itu. Banyak sekali keterangannya yang menarik hati mengenai isi dan cara melaksanakan pendidikan agama itu.
Perjanjian Lama   
            Nenek moyang kaum Israel, Abraham, Ishak dan Yakub menjadi guru bagi seluruh keluarganya. Sebagai bapak-bapak dari bangsanya, mereka bukan saja menjadi imam yang merupakan pengantara antara Tuhan dengan umat-Nya, tetapi juga menjadi guru yang mengajarkan tentang perbuatan-perbuatan Tuhan yang mulia itu dengan segala janji Tuhan yang membawa berkat kepada Israel turun-temurun.      
Selain dari mereka itu jangan hendaknya kita lupa akan pendidikan yang diselenggarakan oleh imam-imam dalam bait suci. Merekalah yang menerangkan serta memeliharakan undang-undang mengenai kebaktian. Mereka juga yang mengajarkan hukum-hukum tentang kebersihan dan kesehatan, makanan pantangan dan perhubungan kelamin, dan banyak hukum lagi, yang harus diketahui dan dituruti oleh umat suci itu. Tiap-tiap keturunan Israel menyampaikan pula segala pengajaran dan peraturan itu kepada keturunan yang berikut. Proses ini berlangsung terus berates-ratus lamanya.
Perjanjian Baru
            Apabila kita hendak menyelidiki soal pendidikan agama dalam hubungan Perjanjian Baru. Tentu saja pertama-tama dan khususnya kita harus mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan Yesus sendiri. Disamping jabatan-Nya sebagai penebus dan pembebas, Tuhan Yesus juga menjadi seorang Guru yang Agung.
            Tugas mengajar itu tentu diserahkan khususnya kepada kaum guru yang telah mempunyai karunia dan latihan istimewa untuk pekerjaan yang mulia itu, tetapi seluruh jemaat tetap mendukung  dan mendoakan mereka itu. Mulai dari abad pertama Masehi, Pendidikan Agama kristen menyiapkan orang untuk masuk ke dalam persekutuan jemaat Kristen, dan setelah disambut dalam jemaat itu mereka dididik terus supaya semakin lama semkin brakar dalam pengetahuan dan pengenalan yang mendalam tentang Yesus Kristus.         

BAB II
TENAGA PENDORONG
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN  
            Sebelum kita dapat membahas soal-soal lain mengenai PAK, terlebih dahulu kita menanyakan apakah sebabnya kita mau member pendidikan itu. Tentu saja bukan dengan sendirinya kita hendak melakukan tugas itu. PAK itu bukan ciptaan pikiran kita sendiri, melainkan yang mendorong kita untuk melaksanakan pekerjaan itu ialah tenaga pendorong dari luar, yang masuk ke dalam hidup kita dan kini berkuasa atas kita.
            Dengan perkataan lain kita boleh mengatakan bahwa seharusnyalah di dalam PAK itu terdapat suatu “dinamika”, suatu daya atau tenaga, yang menyuruh dan mendesak kita, suatu dorongan yang memberi hak dan kemungkinan kepada kita untuk bekerja dalam tugas yang suci.
DORONGAN-DORONGAN ASASI DALAM PAK
            Apakah sebabnya kita terdorong untuk mengajarkan kepercayaan Kristen kepada jemaat dan orang-orang lainnya itu? Atau dengan perkataan lain, apakah sebenarnya tenaga pendorong yang suci itu? Untuk menjawab soal itu baiklah kita tunjuk kepada penyataan Allah Tritunggal itu. Pertama-tama kita memberikan PAK itu oleh karena Allah sendiri telah menyatakan diriNya. Inilah dasar mutlak segala pengajaran kita. Alah tidak bersemayam di dalam sorga saja dengan tidak mengacuhkan nsib dunia dan manusia. Sebliknya, Alkitab menyaksikanbahwa Allah tetap bekerja di dalam dunia da bagi dunia itu. Ia tak akan mau menyembunyikan diri, melainkan telah membukakan rahasia hakikatNya, yakni Ia mengsihi dunia dan telah mau mengerjakan keselamatanNya.
 PEMBARUAN DORONGAN-DORONGAN KITA
            Pembaruan dorongan dan semangat kita tentu merupakan soal yang penting. Segala gerja yang sudah tua, dan segala pekerja gereja yang sudah lama bekerja dalam PAK itu, selalu harus menjaga agar mereka jangan kehilangan api dan tenaga semula itu. Bagaimana kita dapat memelihara dan mempertahankan pendorong itu, supaya pekerjaan kita jangan menjadi suat kebiasaan atau kewajiban yang membosankan saja? Jawabannya kita harus kembali ke Alkitab. Perlulah kita membaca ulang Alkitab seperti pertama kalinya membaca Alkitab sambil berdoa supaya Tuhan membuka mata rohanikita untuk menyelami segala kekayaanNya. Karena disini terdapat satu-satunya sumber pengetahuan kita tentang kehidupan baru.
           
BAB III
HAKIKAT DAN ARTI
Pendidikan Agama Kristen

  Pembatasan Istilah PAK
            Selaku judul kitab ini telah dipilih Nama “Pendidikan Agama Kristen”. Sebaiknya kita berpegang pada nama itu, supaya jangan timbul salah paham tentang maksud kita. PAK ini harus bedakan dari nama-nama lain, seperti Pendidikan Kristen, atau Pengajaran Kristen, dan Pendidikan Agama atau Pengajaran Agama, yang memang tidak sama artinya.
Pendidikan Kristen biasanya diperguanakan untuk pengajaran disekolah-sekolah Kristen, baik di sekolah-sekolah rakyat, maupun sekolah lanjutan, yang masih dijalankan oleh gereja atau organisasi Kristen. Jadi nama ini menunjukaan pada pengajaran biasa, tetapai yang diberikan dalam suasana Kristen.

  Pak Sebagai Tugas Gereja
            PAK adalah salah satu dari tugas-tugas gereja yang banyak itu bukan hanya satu-satunya gereja, melainkan satu di antara yang lain. Sudah tentu kita menganggap PAK itu sebagai salah satu tugas gereja yang sangat penting. Gereja mempunyai tugas mengadakan kebaktian umum, dan di dalam kebktian gereja juga wajib membritakan Firman Tuhan dengan Khotbah. Gereja wajib pula menunjukan kasih Kristus kepada sekalian orang. Dan disamping itu gereja juga tak lupa tugasnya di lapangan pengajaran dan pendidikan, bahkan PAK tu kini makin lama makin diutamakan dan dipentingkan. Misalnya:  Sekolah Minggu dan mengajar.
            Oleh sebab itu tak boleh kita memandang PAK itu sebagai sesuatu Sembilan saja. Pekerjaan ini selayaknya dan sewajarnyalah terhisab dalam tugas gereja yang sah, sehingga harus dilaksanakan bersama oleh seluruh anggota jemaat.

 Lapangan Kerja PAK
            Kita mengerti bahwa lapangan krja PAK itu sebenarnya sangat luas. PAK di dalam masyarakat kita dapatlah kita bagikan misalnya seperti berikut: PAK dalam jemaat, PAK di segala lembaga persekolahan, dan PAK diperguruan-perguruan teologi. Bagian yang akan diuraikan dalam kitab ini khususnya mengenai PAK di dalam lingkungan Jemaat, meskipun nanti kita memakai satu bab tersendiri untuk membahas soal PAK di sekolah-sekolah negeri.


BAB  IV
OBJEK-OBJEK 
Pendidikan Agama Kristen

Wujud Dan Perlunya Objek-Objek Itu
            Dengan demikian kita sudah mulai mengerti apakah wujud dari objek PAK itu.  Wujud itu dapat kita ibaratkan dengan suatu sasaran bila kita  menembak dengan sanapan. Segala pekerjaan yang ehndak kita lakukan berhubungan dengan PAK ialah melaksanakan panggilan Allah di dlaam dunia ini. Itulah tujuan yang pasti, meskipun kita akan menghadapi kesukaran-kesukaran yang kompleks. Kita kurang menghormati Tuhan, apabila kita bekerja degan tjuan yang kabur-kabur saja, malahan kita tidak berhak memakai waktu Tuhantanpa tujuanyang tepat. Kebenaran ini khususnya mengenai segala usaha kita dilapangan PAK. Tambahan pula kita membutuhkan objek-objek itu untuk menentukan derajat pengajaran kita.
 Objek-objek PAK
1. Memberikan murid-murid perasaan penghargaan terhadap dirinya sendiri.
2. Membuat mereka menadi warga yang bertanggung jawab.
3. Supaya mereka belaar menghargai dunia ini.
4. Supaya mereka dapat membedakan nilai-nilai yang baik dan yang ahat.
5. Supaya mereka dapat menghubungkan pengalaman-pengalaman mereka sendiri dengan filsafat hidup mereka.

BAB  V
ILMU JIWA
dan Pendidikan Agama Kristen
           
            Pendidikan Agama Kristen mempertemukan manusia dengan Allah. Sekarang marilah kita mengarahkan perhatian kita kepada pihak manusia, karena jikalau kita hendak membimbing manusia kepada TuhanNya, perlu kita mengetahui siapakah manusia itu. Dalam pendidikan selalu kita harus mengenal objek pendidik itu. Seorang guru besar mengenal mahasiswanya, dan  seorang guru sekolah perlu mengetahui jiwa murid-muridnya. Seorang gembala Jemaat tidak sanggup memimpin dan memelihara kawan dombanya, kecuali jikalau ia mengetahui segala jiwa dan tingkah laku domba-domba besar-kecil itu.

Sumbangan Ilmu Jiwa Mengenai Pelajaran
            Ilmu jiwa tak boleh kita kacaukan dengan ilmu teologi. Ilmu jiwa tidak bermaksud dan tidak sanggup memberikan suatu pandangan hidup yang tertentu, misalnya pandangan hidup Kristen, karena ilmu jiwa itu suatu ilmu pengetahuan umum. Seorang guru di Lapangan Pendidikan Agama perlu mengetahui dan mempergunakan hukum-hukum ilmu jiwa menenai pelajaran. Hukum-hukum yang terpentng untuk maksud kita adalah seperti berikut:
1.      Pelajaran menuntut minat yang sungguh
2.      Belajar menuntut latihan praktis.
3.      Perlu diperhatikan beda watak dengan umur orang-orang didikan kita.
4.      Pelajaran sangat dipengaruhi oleh perasaan (emosi).
5.      Pelajaran ada segntut daya pendorong sosialnya.
6.      Pelajaran menuntut daya pendorong yang lebih baik.
7.      Pelajaran harus dilakukan dengan berbagai-bagai jalan.
8.      Belajar lebih penting dari mengajar.

BAB VI
PENDETA
 dan Pendidikan Agama Kristen

 Kedudukan Dan Pentingnya Pendeta
            Jabatan Pendeta dapat kita tinjau dari 3 jurusan. Pertama, sebagai suatu karunia Tuhan, seperti diiuraikan Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di efesus. Disamping itu pendeta jugs merupakan sutu pangkat dalam hubungan dengan organisasi gereja, suatu kedudukan resmi. Dan akhirnya pekerjaan pendeta adalah suatu fungsi atau suatu tugas yang tertentu. Pada hakikatnya ketika aspek ini mengenai gereja pula: gereja adalah pemberian Allah: gereja adalah suatu organisasi di tengah-tengah masyarakat.
 Pendeta DanPendidikan Agama Kristen
            Pendeta memimpin segala pekerjaan dalam jemaat: dialah yang diangkat dan dikhususkan untuk mengemudikan dan menggiatkan segala keaktifan jemaat. Oleh sebab itu sangat penting pendirian pendeta terhadap soal pendidikan agama.
Bagimanakah Tugas pendeta yang khusus terhadap PAK?
Pertama, Pendeta menjadi penilik umum bagi segala cabang pendidikan agama itu. Tak perlu ia sendiri yang melakukan segenap pekerjaan itu, tetapi memang perlu ia mengetahui pendidikan macam apakah yang dipakai. Harus ada hubungan yang erat antara pendeta dengan Sekolah Minggu, katekisasi dan kursus. Pendeta juga membela dan memprogramkan PAK. Dalam khotbahnya haruslah ia menunjukan kepada pentingnya pendidikan itu bagi seluruh Jemaat. Disamping itu Pendeta juga harus mempelajari segala soal tentang PAK, baik mengenai isi dan rencananya, maupun cara-cra yang perlu dipakai. Harus ada hubungan yang erat antara pendeta dengan segala sekolah minggu, katekisasi dan kursus.


 Pendeta Sebagai Guru
Seharusnya Pendeta harus menjadi guru yang cakap. Pendeta harus sanggup mnguraikan suat pokok dengan jelas dan menarik hati. Tidak cukupuraian itu bagi dirinya sendiri tetapi perlu menjadi jelas pula bagi setiap pendengarnya. Bahkan bagi yang paling sederhana sekalipun. Seluruh pendengarnya harus dapat mengerti dan mempelajari apa  yang akan diajarkan pendeta kepada mereka.

BAB VII
ALKITAB
dalam Pendidikan Agama Kristen
           
            banyak orang menyerupai sida-sida Habsyi yang ingin mengetahui tentang isi dan arti Kitab suci, tetapi belum ada orang yang menunjukkan jalan kepadanya. Penjelasan isi Alkitab adalah dasar dan pusat dan maksud yang terutama dalam pengajaran agama itu. Untuk menguraikan hal ini labih jauh marilah kita membahas dengan mengarahkan perhatian kita pada tiga tahap soal.
Apakah sebabnya Alkitab mempunyai kepentingan mutlak?
            Alkitab adalah sebuah kitab yang mutlak, oleh sebab hanya kitab ini saja yang menyampaikan Injil Tuhan Yesus Kristus, ialah kabar baik tentang Juruselamat yang masuk ke dunia ini menebus segala dosanya, supaya manusia diperdamaikan pula dengan Allah. Segenap rancangan dan pekerjaan keselamatan yang diwujudkan Tuhan di antara bangsa manusia dibentangkan dan diberitahukan kepada kita hanya dalam Alkitab saja. Kesaksian Alkitab tentang perbuatan-perbuatan Tuhan yang agung itu merangkumi cerita mengenai penciptaan dunia, sejarah perkembangan umat pilahan Tuhan, yakni bangsa Ibrani, pengalaman jiwa orang-orang saleh, berita-berita nabi-nabi besar, hukum-hukum Tuhan yang diletakkan Tuhan dalam Taurat bagi bangsa Israel dan seluruh umat manusia, penyataan Diri-Nya dalam Anak-Nya Yesus Kristus, segenap riwayat hidup, kerja, sengsara, kematian dan kemenangan juruselamat itu, dan segala hasilnya dalam hidup baru yang telah terbit dalam dunia ini, hidup mana mulai tampak dalam jemaat Kristen.
Apakah yang hendak diajarkan tentang Alkitab?
            Hendaknya kita memberi kepada jemaat kita pandangan yang jujur mengenai Alkitab. Barulah kita mulai mengerti bahwa isi Alkitab adalah Firman Tuhan kepada kita sendiri, yang menghiburkan dan menegakan kita kembali. Sebab dalam perkataan Alkitab itu sunguh-sungguh bertemu dengan Allah.
            Wajah Alkitab adalah Yesus Kristus. Segala bagian lain dalam alkitab tentu masing-masing ada pentingnya, tetapi yang paling penting ialah kesaksian tentang Yesus Kristus.

Bagimana Alkitab itu harus diajarkkan?
1.      Pengajaran tentang Alkitab harus disesuaikan dengan umur murid.
Orang dewasa menaruh minat terhadap soal-soal mengenai soal-soal mengenai perhubungan, dan pergaulan perseorangan, mengenai masyarakat, nikah dan rumah tangga dan sebgainya. Tentu saja tiap-tiap golongan umur itu perlu belajar tentang inti sari dan maksud yang etrutama dari seluruh Alkitab, tetapi sebaiknya melalui jalan yang sesuai dengan pengertian, minat dan sifat tiap-tiap golongan itu.
2.      Pengajaran Alkitab harus diberitakan dengan memakai cara-cara yang efektif.
Untuk menguraikan metode-metode itu sejelas-jelasnya perlu waktu yang lama, uraian semacam itu sebenarnya menuntut suatu kursus atau rentetan pelajaran tersendiri.


BAB VIII
METODE-METODE
dalam Pendidikan Agama Kristen

6.1  Arti metode
            Kita mencapai sesuatu dengan memakai metode. Seorang petani memakai metode yang tertentu untuk pertanianya, dan seorang ibu rumah tangga memakai metode untuk memasak. Dalam tiap-tiap usaha ada metode-metode yang baik yang kurang berguna.       
Dalam PAK metode adalah suatu pelayanan, suatu pekerjaan yang aktif, yang kita lakukan bagi firman Tuhan dan bagi sesame mannusia, supaya kedua pihak itu bertemu satu sama lain. Metode senantiasa hanya jalan dan alat saja, bukan tujuan.
6.2  Penilaian terhadap beberapa metode
Marilah kita membahas dengan singkat beberapa motode yang sudah biasa kita pakai atau yang sudah umum dipakai ditempat lain.
1.      Metode kuliah atau ceramah.
Ialah cara mengajar sebagai pembentangan sesuatu pokok oleh guru. Gurulah yang berbicara, murid-murid tinggal diam, mendengar saja. Mereka berusaha memperhatikan apa yang diperhadapkan kepadanya sambil membuat catatan.
2.      Metode Bercerita
3.      Metode percakapan atu diskusi
4.      Metode lakon atau sandiwara
5.      Metode penyelidikan
Cara ini umpamanya dapat dipakai berhubung dengan katekisasi, atau dalam suatu kelompok yang memeriksa berbagai-bagai pokok dalam Alkitab. Kita memberi beberapa pokok kepada murid-murid untuk diselidiki dan dipelajari sendiri.
6.      Metode Audio-visual
Metode ini menggunakan gambar-gambar terang, film bersuara, papan flannel, piringan-piringan hitam dan sebagainya.
7.      Metode mengahafal
8.      Metode bertanya        
Ini semua mengenai metode, kita boleh memilih segala jalan dan cara, asal sesuai dengan  tuntutan  pelajaran kita dan dapat menjadi penolong untuk mempertemukan Firman Tuhan dengan didikan kita. 

BAB  IX
RENCANA PELAJARAN
 dalam Pendidikan Agama Kristen
Gereja kita membutuhkan pemimpin-pemimpin, karena faktor kepemimpinan itu merupakan bagian yang mutlak dari seluru hidup, pekerjaan dan organisasi gereja. Dewasa ini biasanya gereja memandang para pendeta sebagai pemimpinnya. Memang golongan Pendeta itu sangat penting bagi pembangunan jemaat, tetapi gereja bukan saja memerlukan tenaga yang dilatih dalam sekolah teologi dan ditahbiskan dalam jabatan pendeta, tetapi uga banyaka peabat dan pekera yang lain seperti panatua, guru sekolah minggu, pengurus pemuda, dll. Oleh sebab itu Pendeta yang bijaksana, bersama denga majelis gerejanya, selekas meungkin mengarahkan kaum awam, anggot-anggota biasa, supaya turut melayani emaaat dalam rupa-rupa pangkat dan tugas. Kalau tidak, lama-lama pendeta akan rusak kesehatannya dan tenggelam dalam lautan pekeraan yang terlalu banyak itu.


BAB X
PENGINJILAN
 dan Pendidikan Agama Kristen
Arti Penginjilan
Penginjilan adalah pemberitaan kabar kesukaan, yang memanggil manusia untuk mempercayai segala anji Allah dalam Yesus Kristus, sehingga manusia menyesali dosa-dosanya dan hidup berserah kepada Kristus.
Penginjilan  dalam PAK
Bagaimanakah tempat penginjilan itu didalam rangka PAK. Ada separuh orang berpendapat bahwa kedua hal itu harus dibedakan, malah diceraikan satu dari yang lain. bPAK itu bukan hanya menyampaikan beberapa teori saja, atau menguraikan ajarn dan kesusilaan Kristen secara ilmu pengetahuan yang abstrak, melainkan PAK itu seharusnya bukan saa menu otak dan akal para murid, tetapi uga seluruh perasaan dan kehendak mereka. hendaknya PAK penuh semangat penginjilan yang berapi-api, sehingga dapat diperalat oleh Tuhan untuk menobatkan dan memperbaharui hati sanubari, bahkan segenap hidup orang yang menerimanya.  
Sudah tentu kita memakai dua kata Yunani yang berbeda, ialah “kerugma” dan “didache” kerugma itu berita yang diumumkan oleh bentara yang diutus oleh raja, seperti Yohanes Pembaptis menjadi bentara bagi Kristus di dalam memberitakan kepada seluruh rakyat tentang kerajaan Allah yang sudah dekat itu. "LAUBALE"



No comments:

Post a Comment